sekarang masih aja semua berita di televisi tentang si gayus pns ditjen pajak bergaji 12jt yang punya rekening 28m.....wow. rumah mewah, mobil mewah uang belanja untuk istri pun 3,6m ckckckck.
yang membuat orang banyak kebakaran jenggot, sehingga muncul banyak pernyataan semua aparat pajak seperti itu (korupsi), karena gayus pns akhirnya semua pns seperti itu weleh weleh.................
sebenarnya sih, setiap orang yang bekerja di instansi manapun dan kalau ada kesempatan dan ada kemauan yang namanya korupsi siapa saja akan terjerumus kedalam dosa korupsi.
janganlah menyamakan semua pns korupsi, tapi juga jangan ngaku dirinya bersih.
karena kalau ada kesempatan tapi gak ada kemauan, tak ada korupsi.
ada kemauan tak ada kesempatan ya juga gak bisa korupsi.
sebagai contoh bila kita bekerja di bagian perijinan, pelayanan, pengadaaan atau kerja apapun di bidang keuangan kalau ada 2 hal itu (kesempatan dan kemauan) pastilah korupsi akan kita lakukan juga.tapi kalau kerjanya jauh dari pelayanan, jauh dari hal berbau uang apanya yang akan dikorupsi.......paling paling korupsi waktu. yang secara materiil tidak ada yang dirugikan, tapi temennya pada ngomel karena temenya yg kebagian repot.
memang susah juga korupsi diberantas, karena bila ada seorang atasan baru yang belum mengerti tugasnya, yang penting terima beres masalah uang (maksudnya rekening terisi rutin) bawahannya akan senantiasa melakukan koruspi yang juga mengisi rekening dirinya. atau atasan yang sudah lama mengerti akan tugasnya, maka iapun akan mengatur atau memerintahkan anak buahnya untuk melakukan korupsi.
sebenarnya gembar gembor pemberantasan korupsi itu dari jamannya orde baru sudah ada (ingat dulu ada istilah dilarang pungli, istilah kkn, sampai di tiap instansi ada pengawas atau inspektorat bahkan ada pula yang namanya BPK) tapi sampai di tahun 2010 ini ternyata di era keterbukaan korupsi makin menggila. mereka yang menjabat di departemen atau dirjen yang ngurusi keuangan, pimpinannya memiliki rumah bagaikan istana, anak buah yang baru bekerja 5 tahunan aja bisa punya rumah mewah, apartemen dan mobil mewah.
logika,
sebenanya sederhana saja sih kalau melihat korupsi itu, kalau dia adalah pns yang gajinya sudah jelas dan tidak mempunyai usaha tambahan darimana jumlah rekening yang sangat besar?
sudah lama sih hal seperti ini, tapi merupakan hal yang sangat biasa.
kalau tidak ada kemauan atau mungkin yang mempunyai wewenang di tingkat atas kebagian juga, maka pemberantasan korupsi hanyalah mimpi belaka dan kalaupun sekarang ada gayus yang tertangkap tentu tidak akan melebar atau menangkap gayus gayus yang lain.
apa sih uu pembuktian terbalik?
kalau menurut saya sih kayaknya ini cocok diterapkan, selama yang bersangkutan tidak bisa membuktikan harta yang didapat dengan halal sita oleh negara, manfaatkan untuk kepentingan pembangunan. niscaya tidak akan ada orang yang mau korupsi. uu ini juga harus melebar ke family dan kerabat dekat atau temannya, jangan sampai uang hasil korupsi menjadi atas nama orang lain.
sementara, pemberantasan korupsi baru sekadar mimpi, dan rakyat miskin tetap sengsara.
06 April 2010
korupsi lagi
Diposting oleh heri di 22.48 0 komentar
Label: korupsi yuk
30 Maret 2010
korupsi bagusnya gimana
Sudah lama gak nulis, males sih….
Nonton tv semuanya udah langsung bisa kita simak dan ikutin layaknya sinetron Indonesia………………..dimulai hebohnya cicak vs buaya, persidangan antasari, century gate di dpr, gayus timbunan ……….bahkan episode masing masing saling keterkaitan dimana susno ada didalamnya.
Apa sih inti dari kasus diatas?
K O R U P S I
Sebenarnya sih korupsi yang ada di Indonesia itu dilarang, bahkan di buatkan tim yang bernama KPK, atau di instansi pemerintah sudah ada yang namanya Pengawas, inspektorat bahkan BPK. Tapi pada kenyataannya korupsi tetap berjalan dengan aman yang penting kita bisa mengajak kerja sama dengan yang namanya tim pengawas ataupun apalah namanya.
Bagaimana dengan tim audit di swasta yang namanya Accounting public? Ah sama saja karena masing masing cari aman dan cari makan yang enak, masa Cuma makan nasi padang doang kali kali bisa makan dirumah makan yang mewah, kan ada yang bayarin.
Jadi sebenarnya korupsi itu masih diperlukan supaya banyak lowongan pekerjaan dan sama sama saling menghasilkan. Yah lebih pasnya mungkin korupsi tetep dipelihara.
Kalau udah gak ada korupsi, gak ada lagi yang namanya pengawas keuangan, accounting, atawa bpk juga kpk, pan semuanya udah pada jujur.
Nah sekarang maunya serius gak sih nangani korupsi?
Padahal udah jelas kelihatan antara penghasilan dan tampilan yang tidak sesuai. Gaji/pendapatan paling banter 5-10 jt aja rumahnya mewah, mobil lebih dari satu???? Maka kasihanilah kaum buruh yang gajinya Cuma mendekati UMR yang juga bayar pajak hanya bisa menikmati kemiskinannya. Sedangkan mereka bisa dengan seenaknya uang didanai dari pajak dikorupsi.
Jadi kalau mau serius mulai dari sekarang siapa saja yang tidak bisa membuktikan uang yang dia punya adalah hasil keringatnya sendiri atau bukan dari warisan yang berlimpah, maka sita dan dimanfaatkan untuk kepentingan Negara. Nah siapapun yang kan korupsi akan berfikir dua kali karena uang yang sudah dikumpulkan hasil dari penyelewangan tapi ternyata disita oleh pemerintah.
Karena memang belum atau tidak serius maka korupsi tetep berlangsung dimana saja bahkan tempat/instansi dimana kita mencari nafkah.
Tapi lihatlah contoh yang lagi heboh sekarang, si Gayus bingung dengan duitnya yang 28Miliar, begitu ketahuan bilang duitnya milik orang lain...........hehehehe, kabur ke singapura juga gak tenang, karena tentunya tetep nonton tv liat berita tentang dirinya, nonton tv luar negeri gak ngarti kalee............akhirnya menyerah, selanjutnya semua koruptor bikin alternative lain menyembunyikan hartanya, dan tetep hidup sederhana hahahahaha.......buat apa korupsi kalo hidup sederhana...pusing deh, gak usah korupsi untuk memperkaya diri, kalo mau kaya jadi pengusaha jujur dan berhasil....................
Dengan kata lain :
1. Sita harta/barang/rumah atau apa saja yang tidak wajar dari hasil kerjanya.
2. tabungan maksimum seseorang tidak lebih dari 12 x gaji per bulan. Lebih dari itu sita untuk Negara. Punya usaha lain harus dibuktikan dan tidak mengganggu pekerjaan pokok.
3. ada yang punya usul…..??????
Diposting oleh heri di 23.58 0 komentar
Label: korupsi yuk
08 Desember 2009
DEMO ANTI KORUPSI G 912
Tanggal 9 Desember 2009 di 33 provinsi di negeri kita akan digelar demo dalam rangka hari anti korupsi internasional. Mudah mudahan demo berjalan aman dan damai dan mengingatkan kepada para pelaku koripsi bahwa orupsi itu dibenci masyarakat dan dunia serta merugikan bangsa.
namun niat suci demo ini ternyata sangat dicurigai oleh orang orang tertentu yang meras terancam.
Memang di negara kita tidak bisa lepas dari korupsi, karena setiap kita akan mengurus ijin, mengurus surat, mengurus, sim, stnk ataupun urusan yang lebih besar semua tidak akan dilayani oleh pelayan pelayan yang memerlukan uang tip. bahkan para pelayan pelayan itu sekarang dengan terang terangan meminta tip dengan angka yang mereka sebutkan.
Reformasi 1998 ternyata tidak membekas pada saat ini, keterbukaan mungkin hanya membuat banyak media massa, seperti koran, televisi, dan internet makin banyak dan mudah untuk diakses. tapi korupsi dan pungli makin terang terangan dan terbuka tanpa rasa malu dari aparat yang seharusnya bisa memberantas korupsi (tapi bukan KPK lho).
Negara kita ini rakyatnya banyak yang teraniaya, serba takut dan pasti tidak akan ada yang membela. LIhat saja kasus curhat Prita sampai bisa didenda sebesar Rp.204 juta......... kenapa kasus pidana sudah dinyatakan bebas, tetapi kasus perdata dimunculkan dan bisa dimenangkan oleh yg punya duit? atau apapun urusan masyarakat kecil terhadap hal hal lain, kalu dia protes dan tidak mau bayar apa yang diminta pastilah pengurusan adminstrasinya akan dipersulit, padahal masyarakat masyarakat itu sebenarnya sudah tertib mau mengurus kelengkapan administrasinya, pajak motor, stnk, sim dll tapi kenyataannya serba salah, gak tertib dijalan pasti ditilang, tertib juga pengurusan adminstrasinya dipungli..capek deh.
Siapapun pemimpin yang kita ganti, kayaknya tidak akan ada perubahan sama sekali karena aparat yang dibawahnya akan bekerja seperti apa yang mereka lakukan seperti dahulu sejak jaman orba. makanya perubahan haruslah mulai dari instansi paling bawah.................. apa lagi ya????????
Diposting oleh heri di 16.20 0 komentar
Label: korupsi yuk
24 Juli 2008
KORUPSI YUK......ATAU TIDAK KORUPSI......
Korupsi ada dimana-mana, negara kita termasuk tertinggi tingkat korupsinya. bagaimana menurut anda? apakah wajar, dan memang seharusnya indonesia seperti ini?
Tentu saja tidak, bahkan rakyat kecil yang selalu tertindas dan dirugikan dengan adanya korupsi yang merajalela di negeri ini.
Bagaimana solusi untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi keiinginan untuk korupsi?
Selain KPK yang sekarang punya wewenang menangani korupsi dan kita pun harus mendukungnya, juga hukuman bagi para korupsi harus lebih tegas dan membuat efek jera atau takut untuk melakukan korupsi bagi yang belum korupsi.
Mungkin Hukuman paling tinggi adalah Hukuman mati bisa diterapkan selama korupsi sudah sangat sulit untuk diberantas, dan hukuman kurungan yang maksimum.
Kenyataannya saat ini koruptor dihukum paling lama hanya 5 tahun dan setiap tahun selalu mendapat remisi pengurangan hukuman, di dalam sel hukumanpun para koruptor seperti di rumah sendiri yang fasilitasnya bahkan lebih lengkap daripada rumah kita rakyat kebanyakan. Bagaimana mau jera, bahkan kalau bisa yang belum korupsi buatlah korupsi yang lebih hebat dan lebih besar......................... tidak usah takut jaksa penuntut gampang diatur, lihat saja mereka akan terlena dengan uang bahkan kalau perlu penghubung koruptor itu adalah cewek cantik yang membuat lupa segalanya...................(artalyta cantik khan?)
Apakah mau hukum kita seperti ini, mudah dibeli. tapi buat yang tidak bisa bayar hukuman dijalani bisa lebih lama daripada para koruptor, bahkan maling ayam aja sampai babak belur dan tewas.........(kerugian ayam = Rp.15.000,-)
Bagaimana sih supaya korupsi hilang atau berkurang ?
Korupsi harus dilihat dari suatu instansi itu tidak dari pimpinannya, tapi harus dilihat dari bawah terus ke atas. Atau kalau mau diselidiki dulu sebelumnya dari bawah ................ nah kelihatan khan gerakan korupsi mulainya dari mana. Belum tentu suatu pimpinan instansi jalan sendiri tanpa ada tawaran dari anak buahnya.
Beberapa hari yang lalu KPK menerbitkan iklan layanan masyarakat dalam rangka hari anti korupsi sedunia, bahkan ada parpol berkampanye dengan mengusung bahwa partainya mengajak untuk tidak korupsi. ha....ha....ha....ha....
selama yang dirubah hanya pemimpinnya, aparatnya itu itu aja korupsi tetap akan terjadi, kenapa?
1. sistem dalam segala kegiatan/proyek lemah.
2. aparat gaji nya kurang.
3. ada keinginan untuk memperkaya diri.
4. tidak ada pembatasan tabungan/kekayaan...........................
paling tidak kita lihat pegawai (negeri/polisi) golongan rendah yang memiliki kekayaan lebih besar dari kemungkinan ia peroleh dari penghasilannya sebagai pegawai. coba selidiki yang kecil kecil seperti ini, karena biasanya mereka langsung berhadapan dengan masyarakat kecil atau mempersulit masyarakat kecil............
wah masih panjang deh.....yang besar aja makin banyak yang ketangkep, palagi harus ngurusi yang kecil kecil..............capek deh.
semua memang dari hati kita sendiri, mau korupsi atau tidak. kalau ada kesempatan korupsi.....saya juga korupsi kali ya??????????thanks........
Diposting oleh heri di 18.40 0 komentar
Label: korupsi yuk
