Jakarta macet? Gimana cara mengatasinya?
Ini dia 10 penyebab kemacetan Jakarta
1. Hujan/banjir
Jangan ada hujan atau banjir
2. Anak Sekolah tawuran
Bina anak sekolah, buat sasana tinju dan pertandingan tinju antar sekolah.
3. metromini/angkot ngetem dan berhenti sembarangan
Buatkan halte yang memadai, tindak tegas metromini/angkot yang berhenti/ngetem sembarangan
4. Mall-mall
Hentikan pembangunan Mall yang pintu keluar masuknya jadi satu ke jalur utama
5. sepeda Motor
Tertibkan penggunaan motor yang melanggar lalu lintas, bukan pembatasan di jalur blok m-kota atau jalur lainnya.
6. Kecelakaan
Atasi segera korban kecelakaan, pengguna kendaraan lain jangan nonton kecelakaan.
7. Listrik PLN padam (traffic light padam tentunya)
Jangan tergantung listrik dari PLN, buat cadangan listrik dengan energi surya
8. Lintasan KA
Atur waktu lintasan KA jangan sampai menunggu kereta lewat kelamaan, underpass/jembatan layang diperbanyak
9. Jam masuk/keluar Kerja
jangan masuk kerja bersamaan, kalo perlu ada kantor yang buka malam......padahal ada ya.........hehehe
10 Si Komo lewat
tangkap pencipta lagu ini, karena ini termasuk yang membuat macet.
06 Agustus 2010
Ini dia 10 penyebab kemacetan Jakarta
Diposting oleh heri di 09.06 0 komentar
Label: Jakarta macet
Pembatasan Sepeda motor sesudah lebaran

Inilah Indonesia, Inilah Jakarta. Kewajiban membayar pajak untuk kendaraan motor tentu dengan taat mereka lakukan setiap tahun, dimana uang pajak tersebut digunakan negara untuk kepentingan masyarakat dan tentunya juga untuk kepentingan pengguna kendaraan yaitu pembangunan jalan raya dll.
namun pada kenyataannya diskriminasi terhadap pengguna sepeda motor saat ini dengan alasan sebagai biang kemacetan, banyak sekali aturan yang merugikan pengguna kendaraan ini, seperti :
1. berjalan di lajur kiri (ini masih masuk akal),
2. tidak boleh lewat jembatan layang (sepeda motor juga bayar pajak euy)
3. sekarang akan ada pembatasan lewat jalur Blok M-Kota?
Wacana pembatasan sepeda motor pada jam-jam sibuk akan segera diujicobakan. Rencananya uji coba itu akan dilakukan di jalur bus Transjakarta rute Blok M-Kota.
ujicoba kemungkinan akan dilakukan usai Lebaran nanti. Namun, saat ini yang memungkinkan untuk ujicoba adalah jalur Blok M-Kota.
Memang sih, Pertumbuhan motor yang selalu meningkat yaitu setiap hari mencapai 900 unit. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada tahun 2010, jumlah motor mencapai 8 juta unit dan mobil mencapai 3-4 juta unit yang akibatnya untuk kawasan-kawasan tertentu nantinya akan diberlakukan pembatasan sepeda motor.
Jadi para pengendara bisa langsung naik bus Transjakarta, maunya sih begitu, tapi sudah memadaikah jumlah bis transjakarta?
Diposting oleh heri di 06.01 0 komentar
Label: Jakarta macet
29 Juli 2010
JAKARTA MACET, BIASA AJA KALEEE.........?
Jakarta macet? udah biasa mas.
Pada jam jam sibuk orang orang akan berangkat bekerja maupun pulang kerja dari/ke Jakarta dari bodetabek dengan menggunakan sarana transportasi masing masing pasti akan mengalami kemacetan di beberapa titik persimpangan. Karena memang begitu adanya, dimana banyak sekali instansi dan perusahaan yang pegawainya ada di luar jakarta atau bodetabek, coba kalau instansi dimanapun berada dan pegawainya tidak jauh dari instansinya kemacetan tetep akan terjadi di sekitar instansi/perusahaannya. Jadi kenapa tetep macet.
karena memang kedisiplinan pengguna jalan, angkutan umum yang tidak memadai dan para pemimpin hanya membuat aturan yang bukan menyelesaikan masalah tetapi menambah masalah.
Tanpa disadari kebijakan pembangunan perumahan yang berada di luar Jakarta, dan juga memang tanah di Jakarta sangat mahal membuat para pekerja/pegawai di Jakarta mencari tempat tinggal yang terjangkau harganya walau akhirnya akan terjebak macet di jalanan bahkan di Toll menuju Jakarta.
Pemda DKI sejak Januari 2009 memberlakukan peraturan siswa sekolah di Jakarta masuk jam 06.30, apakah ada pengurangan terhadap jalanan jakarta di pagi hari?
Sekarang malahan ada rencana pembatasan penggunaan sepeda motor di jalur Protokol Sudirman/Gatot Subroto pada jam jam tertentu.........apa?
Gimana ceritanya seorang yang tempat bekerjanya yang melewati Jalur itu bisa sampai ke kantornya sedangkan sarana transportasi yang ada masih amburadul? bagaimana jadinya yang kerjanya sebagai pengantar surat/ekspedisi selalu menggunakan kendaraan sepeda motor.
Busway, program pemda DKI aja masih belum maksimal di jalur yang sudah lama tersedia, selain bisnya masih kurang, jadwalnya sudah tidak bisa dipercaya lagi. kalaupun bisa naik busway pada jam sibuk, pastilah berdesak desakan dan kalau tunggu bis berikutnya jadi terlambat sampai kantor. jalur Tanjung Priuk - Cililitan, sampai sekarang belum dipergunakan atau belum ada bisnya, tapi sarana prasarananya sudah banyak yang rusak atau dirusak oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.
Setidaknya, semua aturan yang dibikin pemerintah pusat maupun daerah memiliki maksud baik, tetapi alangkah bagusnya bila mau membenahi sarana/jalur dan bis transjakarta yang sudah ada , perbanyak bisnya dan perbaiki mental aparat di jalanan.
Bagaimana supaya jakarta tidak macet :
- Tambah bis tranjakarta di tiap koridor.
- Kembalikan rumah murah di Jakarta, atau Kerja di Jakarta ada rumah di Jakarta.
- Pusat pemerintahan (ibu Kota Negara), pindahkan ke Daerah lain.
Ada pengamat transportasi yang tidak setuju dengan Pemindahan pusat pemerintahan, karena nantinya jakarta tidak akan terurus lagi? Lha Indonesia itu khan bukan Jakarta saja(wong sampai sekarang Pemerintah pusat di Jakarta aja , Jakarta tidak terurus), semua kota di Indonesia harus diperhatikan oleh pemerintah pusat. Dan pemerintah Kota masing masinglah yang mengelola dengan baik. Serahkan pada ahlinya......??????
Diposting oleh heri di 03.28 0 komentar
Label: Jakarta macet
