Baru-baru ini ada sebuah klub Poligami terbentuk di Bandung yang merupakan Cabang dari klub yang sama dari Malaysia. Mereke membentuk klub dan mencitrakan diri dengan menampilkan keharmonisan hidup dalam kebersamaan.
Namun apa yang terjadi?
Ternyata masyarakat Muslim kita yang modern tidak menyukai akan keberadaan klub ini, dengan kata lain sangat menyakitkan para perempuan. Bahkan ternyata keberadaan klub ini di demo dan supaya dibubarkan diri.
Kenyataan ini mengingatkan kita akan perkawinan kedua Ustadz AA gym, Banyak penolakan terhadap perkawinan ini. Bahkan seolah olah telah terjadi aib sehingga ustadz ini banyak kehilangan massa.
Pada saat yang bersamaan terjadi peristiwa yang memalukan yaitu beredarnya video porno antara artis dangdut tidak terkenal ME dengan anggota DPR yang katanya dicalonkan akan menjadi menteri YZ. Namun apa yang terjadi, peristiwa ini malah terlihat banyak mendapat simpati di Masyarakat. YZ jumpa pers memohon maaf atas kejadian yang telah terjadi dan mengundurkan diri dari keanggotaan DPR, sedangkan ME yang tadinya artis yang belum kita kenal, laris manis diundang untuk manggung kemana mana .
Sebenarnya saya menulis bukan berarti saya penganut poligami, tetep bagi saya cukup satu 1stri dan dua anak. Mungkin sesuai anjuran pemerintah. Selain memang saya tidak akan mampu untuk berpoligami, saya juga tidak mampu menciptakan keadilan dalam keluarga saya.
Tapi apa yang terjadi di Masyarakat, kenapa hal yang tidak dilarang oleh agama mendapat penolakan? Saya sih berpendapat bagi mereka yang mampu dan bisa menciptakan keadilan adalah suatu perbuatan yang mulia. Mereka mau membentuk klub atau organisasi biarkan saja tidak usah kita larang katanya kita hidup dalam negara demokrasi. Karena pada prinsipnya tidak akan berpengaruh apa apa pada kita.
Justru apa yang harus kita berantas?
Kemaksiatan, Pelacuran, Perselingkuhan, apapun namanya sesuatu yang dilarang atau diharamkan dalam agama yang kita anut itulah yang mestinya kita berantas. Apabila hal hal ini sudah tidak ada di negeri ini, barulah poligami kita haramkan juga.
Lihatlah, Miyabi kita protes tidak boleh datang tapi kenyataannya banyak orang yang ingin tahu siapa itu miyabi. Tadinya tidak tahu sama sekali jadi pengin tahu, bahkan mencari VCD pornonya di Glodok dapat dengan mudah.
Lokalisasi, wah kalau anda pernah keliling kota-kota di Indonesia, kayaknya di setiap kota selalu ada tempat seperti itu, tinggal Tanya supir taxi, tukang beca, tukang ojek mereka akan antar kemana yang anda mau. Saritem, Kramat tunggak digusur, mereka tetap mencari lokalisasi lain, dan masih banyak tempat terbuka buat mangkal yang penting tidak jauh dari hotel hotel melati.
Perselingkuhan/Wil/Pil apapun namanya banyak terjadi di masyarakat kita.
Tetapi itulah yang terjadi di Masyarakat kita,.
Saya pernah dapat jawaban di facebook seperti ini :
Pertanyaan saya adalah Niat Poligami...yg Sejujur2nya !!!!!
Jawaban anda W** akan bertambah jika tidak ada Poligami.
He he ...
Emg Para wanita yg skrg jd W** yg muda / Tua itu yakin yah ??...kalau dia tidak akan mendapatkan suami...?? krn yakin ga bakal dikasi suami krena stok pria terbatas makanya menjrumuskan diri jd W**
Banyak alasan & Faktor : mrka trjrumus diantaranya :
* Keimanan yg Tipis
* Korban Penipuan / Penculikan (Perdagangan manusia)
* Faktor Ekonomi
* Dikhianati/dikecewakan pasangan
* Kekecewaan / Putus Asa mencari lapangan pekerjaan
* Ada (hy bbrp) yang menganggap Profesi yg plg gmpang buat cr Duit.
ini adalah tanggung jawab semua pihak, untuk berbenah...
bukan hny pria....sehingga bebas mencari alasan utk Poligami.
tapi semua elemen Pria, Wanita, Pemerintah, Alim Ulama.....hrs bahu membahu...
Jangan Pernah menganggap mrka itu bagian yg hrs dilupakan
(s*mp*h M*sy*r*k*t ), tapi mrka adlh org2 yg hrs diraih, direngkuh.. bersama agar kembali kejalan yang benar dan diridhoi Allah.
Ini murni pendapat saya, kebenaran hanya milik Allah.
semoga ini menutup Debat Poligami.
Nah, sekarang memang akhirnya banyak perpecahan yang terjadi di Indonesia. banyak kecurigaan terhadap Agama kita, apalagi banyak kejadian yang dikotori oleh para teroris sialan itu, apalagi masalah poligami.
Buat apa saya nulis ini?
Gak ada niatan apa apa, Cuma maunya kemana kita ini. Hal baik dicurigai dan dihujat. Hal jelek juga di demo……………. Lebih baik biarkan saja miyabi shooting di Indonesia.
25 Oktober 2009
ANTARA POLIGAMI DENGAN MIYABI
Diposting oleh heri di 03.32 0 komentar
Label: poligami dan miyabi
17 Oktober 2009
hp,komputer,internet, facebook
komputer, hp, internet, facebook manjadi satu dalam keseharian masyakat kita. orang pertama kali kenal komputer hanya sekedar pengganti mesin ketik dalam penulisan surat surat.
HP digunakan hanya untuk komunikasi maupun sms.
Internet hanya digunakan oleh profesional untuk mendukung pekerjaannya.
Facebook mulai booming setelah Presiden Barrack Obama selalu menggunakannya (juga BB)sebelum terpilih jadi presiden.
Nah, keempat jenis diatas akhirnya menjadi satu menjadikan masyarakat indonesia lebih maju dalam menggunakan hp, komputer dan internet.
inilah pengalaman saya terhadap beberapa rekan sekantor, mulai dari daftarin email dan facebook saya bantu akhirnya :
1. hp sudah gprs/3g tapi tidak tau penggunaannya, setelah ada facebook dan ingin bisa buka fb di hp akhirnya setting gprs/3gnya di aktifkan. Dikantor buka fb lewat komputer/internet kantor diperjalanan/di rumah tetep bisa update status lewat hp.
2. punya komputer sekedar buat ngetik ama maen game, akhirnya langganan internet biar bisa online sepuasnya di rumah.
3. Yang gak ngerti internet sekarang pada ngerti dan ingin bisa lebih jauh tentang internet.
akhirnya sekarang temen sekantor lebih dari 50% punya account facebook, yang belum mau tapi malu malu. Sayangnya instansi tempat kita bekerja sudah mulai membatasi penggunaan Facebook, mungkin hanya pembatasan bukan pelarangan, mudah mudahan.
Diposting oleh heri di 20.35 0 komentar
Label: facebook
maunya apa
Reformasi 1998 yang berhasil menggulingkan pemerintahan Orde baru yang berkuasa di Negara kita selama 32 tahun diharapkan perubahan menjadi lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Dan akhirnya periode 1998 s/d sekarang dinamakan periode reformasi? Dimana sudah beberapa kali pergantian presiden namun apa yang dirasakan oleh masyarakat kecil. Tidak banyak yang bisa dinikmati keindahan reformasi itu, yang ada alah tetap kemiskinan dan pengangguran, kenapa?
Karena Reformasi hanyalah mengubah pemimpin nya saja, sedangkan aparat dibawahnya yang mengatur administrasi dan operasional dibawah tidak berubah.
Maka lihatlah, korupsi tetap berlangsung dan makin terbuka walaupun beberapa kali pemimpin di negeri ini diganti. Sehingga hanya berubah istilah yang pada kenyataannya tetap memberatkan masyarakat kecil.
Anak sekolah, wuaduh tetep aja setiap pergantian menteri terjadi pergantian kurikulum dan pembelian buku paket yang tidak wajib namun kenyataannya harus beli. hanya berubah istilah sejak orba s/d sekarang tetep memberatkan orangtua murid.
Kebebasan informasi? ini lebih baik. siapa saja boleh menerbitkan koran, majalah bahkan siaran tivi. Banyak pilihan media bisa kita baca dan tonton. Sayang juga kebebasan kadang kebablasan, sehingga norma ketimuran dilawan dengan alasan kebebasan, sehingga banyak majalah yang tidak pantas diterbitkan di Indonesia tetap beredar.
Apakah perubahan yang kita harapkan menjadi lebih baik itu akan datang?
Sulit.......... kenapa sulit?
Karena negara kita itu masyarakatnya unik yaitu selalu pro kontra terhadap suatu kejadian, contohnya kalau harga dolar melambung, sebaliknya juga kalau harga dollar jatuh.
Termasuk dalam hal pemilihan pemimpin kita.
Diposting oleh heri di 17.52 0 komentar
Label: reformasi
Nonton Bioskop Gratis Lagi
Tahun 70-an, Bioskop di Bandung yang masih kita ingat adalah, Bioskop Dian, Elita, Nusantara dan Aneka yang berada di Dekat Alun-Alun Bandung. Ada juga bioskop paramount, Braga, Panti Budaya,Panti Karya, Luxor, President.
Sebagai anak anak kecil yang bermain (Ngabuburit), kita jadi tahu bisokop di Kota. Nah, saya diajari oleh kakak bagaimana caranya nonton bioskop secara gratis. Karena saat itu kalau anak kecil ikut nonton tidak terlalu dihitung oleh petugas karcisnya. Pertama kali kita masuk ke dalam rombongan keluarga, mereka juga gak tau kalau kita ikutan nebeng masuk.
President theater, adalah bioskop yang sering kita masuki. Pernah saya nonton gratis mulai dari tengah pemutaran judul film 3D "Magnificent Bodyguard", namanya nonton gratis, jadi nonton film bergambar dobel/buram karena gak pake kacamata khusus. Karena filmnya seru, begitu film selesai kita tidak ikut keluar nunggu film dari cerita awal dulu sampai dengan pertengahan pemutaran yang tadi sudah ditonton. begitu kita keluar dari bioskop, penjaga karcis juga gak ngapa ngapain sama kita. Cuma pernah kita di dalam karena film 17 tahun keatas dan filmnya sadis(horor) kita ditarik keluar. kasian deh lu..........
Diposting oleh heri di 07.25 0 komentar
Label: Bioskop
15 Oktober 2009
Nonton Bioskop Gratis
Bioskop Merdeka di Dayeuhkolot pada tahun 70-an adalah satu-satunya bioskop pinggir kota yang mempunya gedung cukup besar dan bukan misbar. Jam pertunjukannya hanya malam hari kira kira 19.00 - 21.00, Film yang diputar bervariasi mulai dari film india. mandarin, koboy atau juga film indonesia. Saat kecil saya tentunya nonton hanya di bioskop itu. Berhubung dekat dengan asrama TNI, maka kebanyakan penontonnya adalah prajurit TNI dan masyarakat sekitarnya. Walaupun harga karcisnya murah (mungkin) setiap karcis bisa untuk 2 orang. kalaupun gak mau beli karcis, begitu film sudah main maka penjaga karcisnya bisa kita kasih uang lebih murah (sogok/ngemel) dari harga tiket, biar kita bisa masuk. Kita yang saat itu anak-anak SD dan tentunya tidak punya uang, banyak akal agar bisa nonton dengan cara :
1. menghampiri pembeli karcis sambil bilang om ikut om, om ikut om. kalau berhasil kita bisa ikut masuk (1 karcis boleh untuk 2 orang).
2. Ngerayu penjaga karcis minta masuk bila film sudah setengah main. lumayan bisa nonton gratis walau cuma setengah main.
3. Mungutin sobekan karcis ( tidak ada tanggal ama nomor tempat duduk), sampai dirumah dilem dan di setrika biar kelihatan baru. karena sering terjadi begitu, lama lama penjaga karcis tau sobekan karcis yg disambung.
4. Sore hari ketika pintu gedung semua terbuka, kami yang masih anak anak bisa leluasa main di sekitar gedung, dan sembunyi di dalam tangga/panggung yang ada di dalam bioskop. Tunggu sampai malam hari, begitu film sudah diputar dan suasana gelap, kamipun keluar dan bergabung dengan penonton lainnya.
Itulah masa kanak kanak yang sangat menyedihkan, pengen nonton serba gratis. sekarangpun maunya yang gratis atau murah, makanya jarang jarang nonton bioskop, jadinya ya beli kaset bajakan.
Seiring dengan runtuhnya perfilman indonesia di akhir thn 90-an. bioskop merdeka inipun ikut tutup dan sekarang sudah beralih fungsi. entah jadi milik siapa dan fungsinya apa. yang jelas sudah gak ada lagi bioskop seperti itu.
Diposting oleh heri di 19.29 0 komentar
Label: Bioskop merdeka
21 Juli 2009
biaya sekolah sekarang
Banyak istilah biaya dalam dunia pendidikan kita, mulai dari istilah umum SPP, iuran BP3 sampai ke IRB yang ujung ujungnya sama dibayarkan tiap bulan selama siswa itu bersekolah.
Tahun 1977 sewaktu masih di sekolah dasar ada pengumuman yang sangat menggembirakan, yaitu SPP dihapuskan berarti sekolah benar benar gratis, namun pada kenyataannya kita tetap harus membayar iuran BP3 sejumlah uang yang sama dgn SPP tiap bulannya. Begitu pula dengan nasib siswa sekarang istilah gratis tetap aja ada usaha dari fihak sekolah agar siswa itu mengeluarkan uang entah dalam bentuk apa.
Setelah lulus SD lanjutkan ke SMP/SMA yang negeri biar murah, karena biaya bulanan/SPP dan uang bangunan di sekolah swasta mahal. entar dilanjutkan lagi yah............bersambung deh, masih gak connect
Diposting oleh heri di 16.58 0 komentar
Label: spp bp3 irb
04 Juli 2009
TELEPON RUMAH, POS, WARTEL DAN HANDPHONE
Dahulu kala, saat negara kita masih berada di alam orde baru berkirim kabar selalu menggunakan surat atau kartu pos, sedangkan telepon hanya dimiliki oleh segelintir orang karena biaya pasang telpon saat itu masih mahal. Bahkan dengan memiliki telpon berarti status orang itu sudah berbeda, walau mungkin telpon jarang digunakan sehingga tagihan pulsa nol rupiah. Hingga akhirnya pihak Telkom membuat aturan baru, biaya pasang telpon diturunkan dan pelanggan telepon dikenakan biaya abodemen, sehingga bila tidak digunakan pun pelanggan telepon tetap bayar tagihan abodemennya.
bagaimana dengan yang tidak memiliki telepon rumah? Telepon Umum koin dan Wartel adalah jawabannya. Telepon Umum koin pun ditemani dengan telepon umum kartu yang sekarang sudah tidak ada lagi bekasnya. Sedangkan kita apabila hendak menghubungi famili di luar kota selalu menunggu waktu jam 20.00 (diskon 50%) atau kalau ingin lebih murah tunggu sampai jam 22.00 (diskon 75%) kalau nggak salah, itupun kita harus daftar dulu (kayak ke dokter), sehingga pada saatnya kita tinggal nunggu panggilan untuk menelpon....jaduuuulllllll banget nasibnya.
Pada tahun 90-an, ada alat komunikasi tambahan yang dinamakan Radio Pager, ia akan menerima pesan seperti sms yang dikirim oleh operator dan berasal dari telepon seseorang yang dikirimkan kepada nomor pager yg dituju.saat itu, dengan menempatkan Radio Pager dipinggang orang sudah bisa bergaya. Tapi kejayaan pager dengan sendirinya hilang setelah handphone mulai memasuki jagat komunikasi di Indonesia di akhir tahun 90-an.
Pada akhirnya di Masa sekarang pelan tapi pasti, handphone yang semakin hari semakin canggih akhirnya menggeser :
1. Wartel, sampai sekarang masih ada tapi nasibnya....mati segan hidup pun tak mau.
2. radio Panggil/Pager tewas seketika.
3. Surat Pos, walau masih ada volumenya sedikit banget. paling surat dinas atau lamaran kerja yang masih menggunakan sarana ini.
4. Kartu pos (Ucapan Lebaran/natal), tewas perlahan, orang lebih suka pake sms, kalaupun masih ada yang kirim ucapan dengan kartu pos adalah instansi/perkantoran.
5. Kaset/CD, sebenarnya nggak nyambung....tapi kenyataannya orang lebih suka dengar lagu dari HP.
6. Kamera (film), tewas juga, walau ada kamera digital, tapi yang membunuhnya adalah handphone.
7. Telepon Rumah masih digunakan sebagai sarana pendukung komunikasi tetap.
8. Radio portable, siapa mau dengerin lewat radio yang gede dan nggak bisa dibawa kemana-mana.
apalagi yach.....???????
Memang jaman berubah, selain ada yang dirugikan tapi ada juga yang diuntungkan dengan adanya handphone ini :
1. Merk Handphone bermacam macam dijual di negeri ini.
2. Operator telepon bertambah banyak, tidak harus telkom.
3. Pedagang handphone. pulsa telepon ada dimana mana.
4. Industri musik masih bisa diselamatkan dengan RBT.
5. Pendengar radio kembali makin semarak, karena bisa denger lagu dan langsung pesan lagu melalui hp ataupun cukup kirim SMS.
6. Masyarakat Indonesia makin melek internet, walau cukup dengan HP GPRS. Facebook salah satunya.......???
dll dll dll
Diposting oleh heri di 05.22 0 komentar
Label: Handphone kini
